Jumat, 13 Desember 2013

Istikharah Cinta (cerpen)


Ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
Tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi


Ku akui ku sangat sangat mengharapkanmu
Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi


Lupakan aku kembali padanya
Aku bukan siapa siapa untukmu
Ku cintaimu tak berarti bahwa
Ku harus memilikimu slamanya


Ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
Tapi kini ku sadar ku diantara kalian

Aku tak mengerti ini semua harus terjadi
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi


Penggalan  lagu inilah yang kurasakan tepat untukku  saat ini.
Sebuah lagu yang mewakili isi hatiku.
Shireen Almira Diva Putri begitulah orang mengenalku.
Gadis periang, cantik dan ramah pada setiap orang yang ku temui.
Senyuman manis selalu menghiasi wajah cantikku.
Tapi kini, semua itu telah sirna tiada lagi senyuman manis  di wajah cantikku.
Sepucuk surat yang ku genggam saat ini merubah semuanya, surat dari seorang pria yang selama ini mengisi hari-hariku...


Ketika aku menyayangimu karena akidahmu 
Ketika aku meluruskanmu karena tak ingin kau berbelok arah
Ketika aku tersenyum untuk kebahagiaanmu
Ketika aku memberi harapan saat kau mulai terjatuh
Ketika aku tanpa jemu membantumu
Ketika sahutan salam menyapa saat kita bertemu
Ketika aku begitu cepat melupakan kesalahanmu
Ketika aku membuka lebar-lebar pintu maaf untukmu
Ketika aku menjaga rahasiamu ”
Ketika kita duduk bersama dan pembicaraan kita selalu tertuju pada kebaikan
Dan
Ketika suatu saat nanti aku perlu melepaskanmu dengan penuh keikhlasan

Maafkan aku Reen aku tidak bisa menghalalkanmu untuk menjadi pendampingku
Maafkan ...
Maafkan ...

                                                                               
PRIYO J. K


Air mataku mengalir begitu deras seketika setelah selesai  membaca surat darinya.
Priyo adalah pria yang selama ini mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan.
Sudah 3 tahun ini  kami merajut kasih.
Orang lain menilai kami sebagai  pasangan yang sangat serasi.
Karna kami sudah merasa cocok satu sama lain, kamipun berencana melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Pernikahan yang sangat diimpikan setiap pasangan muda yang merajut kasih, apalagi kami telah menjalin kasih cukup lama.
Pertemuan keluarga pun kami rencanakan dengan sangat matang.
Aku sangat bahagia kala dia datang bersama keluarganya.
Senyuman pun tak lepas menghiasi  wajah cantikku.
Hingga  Eyang membuat keputusan yang mengejutkan kami semua, keputusan yang membuatku sedih dan menangis.
Eyang mengatakan bahwa aku dan mas Priyo tidak diijinkan untuk menikah dengan alasan yang menurutku tidak masuk di akal.
Menurut perhitungan Jawa hari kelahiran kami yang menyebabkan kami tidak bisa menikah.
Apabila dipaksakan untuk menikah maka akan terjadi malapetaka dalam pernikahan kami.
Eyang dan orang tua kami pun sepakat memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahan ini.
Aku yang mendengar nya jelas tak terima  dengan keputusan eyang ini.
Mana mungkin di era modern seperti ini hal tersebut masih dipercaya.
Ku tatap wajah mas Priyo kala itu, dia menunduk saja.
Rasanya  ingin ku berteriak saat itu, kenapa mas Priyo tidak mencoba membujuk untuk memaksa menikahiku.
Aku tidak tahu apa yang ada dalam  pikirannya.


Seminggu berlalu setelah pertemuan keluarga itu, aku mengajak mas Priyo untuk bertemu di taman tempat dulu kita sering menghabiskan waktu berdua. Tempat yang asri , sejuk dengan kolam kecil di tengah-tengah taman tersebut.
Tempat itu sering digunakan pasangan muda mudi untuk berpacaran.
Akupun membayangkan masa masa indah bersama mas priyo dulu.
Masa yang hingga kini belum bisa kulupakan.

Hingga sentuhan lembut di bahuku menyadarkanku.

“Reen...” sapaan lembut pun kudengar

Kutolehkan kepalaku, ternyata mas Priyo yang memanggilku.
Kuhamburkan diriku ke pelukannya.
Aku menangis dalam dekapannya hingga aku tak dapat menahan diri.
Kurasakan kemeja mas Priyo yang basah oleh air mataku.
Mas Priyo hanya diam menenangkanku.
Setelah aku dapat menguasai diri, mas Priyo mulai angkat bicara.


“Reen” sapa mas Priyo dengan hembusan nafas yang kurasa berat
“Reen” panggilnya sekali lagi
“ Ikhlaskan mas ya, seminggu lagi mas akan menikah dengan Nissa” lanjutnya sambil memberikan sebuah undangan.

Aku pun menatap mas Priyo penuh tanya.
ku tatap undangan pernikahan yang diberikan mas Priyo.
“Nisa???? “ kataku setelah melihat sepintas undangan berwarna biru itu.

Mas Priyo hanya mengangguk seraya berkata
“ Kamu harus ikhlas ya, mas yakin kamu pasti akan mendapatkan laki laki yang jauh lebih baik dari mas.”
“Kamu wanita yang baik reen .” katanya lagi….

“Tapi mas”
“Sssttt” telunjuk mas priyo menyentuh bibir merahku.
Dia tersenyum dan mengedipkan matanya sambil merangkulku.
Pelukan hangat ini, pelukan yang ku rindukan adalah pelukan terakhir untukku.
Pelukan yang akan mas Priyo berikan untuk wanita lain.
Wanita yang dijodohkan oleh kedua orang tua mas Priyo.
Aku tak tahu apakah mas Priyo ikhlas menerimanya atau hanya terpaksa menuruti kehendak orangtuanya.
Atau mungkin mas Priyo sudah melupakan cinta kami dan beralih mencintainya.
Yang aku tahu mas Priyo sangat patuh pada orang tuanya.


12 Oktober 2012

Hari ini adalah hari pernikahan mas Priyo.
Aku yang memang di undang memutuskan untuk datang sendiri.
Suara musik islami mengalun lembut di telingaku.
Ucapan selamat pun berjejer rapi di depan gedung pernikahan.


“Selamat ya mas” kujabatkan tanganku pada mas priyo dengan senyuman ikhlas.
Mungkin hanya itu yang sanggup aku ucapkan kepada mas Priyo mantan kekasihku.
Akupun melangkah cepat dari atas panggung pelaminan yang didesain dengan konsep Arabic itu, sebelum air mata ini jatuh di pipi mulusku.

hingga sebuah panggilan menghentikan langkahku.
“Mbak foto dulu yuk untuk kenang-kenangan”
Wanita yang telah menikah dengan kekasih hatiku memanggilku.
Kubalikkan badanku dan tersenyum seraya menganggukkan kepalaku.
“hmm gak enak ya kalau bertiga” ucapnya lagi
“Nu, yuk foto bareng, dia wanita yang baik nanti aku kenalkan “ kata Nissa sambil bercanda


Muhammad Wisnu Ismiy Putra. Dia adalah sahabat Nissa istri mas Priyo, dia lelaki yang baik.
Aku mengenalnya di pernikahan mas Priyo.
Ku perhatikan dia sering mencuri pandang kepadaku.
semenjak pertemuan yang tak terduga itu, wisnu gencar mendekatiku.
Kata orang orang  dia ada rasa denganku.
Berulang kali dia menyatakan cintanya tapi aku tidak pernah menggubrisnya.
Entah mengapa...
Egois memang, tapi aku pikir aku tidak mau mas Wisnu aku jadikan pelarian karena ditinggal menikah oleh mas Priyo.
Hampir setiap malam dia berkunjung  ke rumahku.
Dia pun cepat mengambil hati keluarga termasuk orang tuaku.
Sebulan sudah aku berteman dengan Wisnu.
Diapun memberanikan diri datang kerumahku bersama orang tuanya untuk melamarku.
Aku tidak tahu mengapa dia begitu nekat. Padahal tiap kali dia menyatakan cintanya aku tidak pernah menggubrisnya. aku hanya tersenyum saja.

Tanpa pikir panjang, Orang tuaku langsung menerima niatan baik dari keluarga Wisnu.
Semua  orang menatapku seakan meminta jawabanku. Aku bingung harus menjawab apa .
Kutatap wajah mas Wisnu, ada harapan besar di sorot matanya. Kuanggukkan kepalaku perlahan.
“Alhamdulillah “ ucap semuanya serempak

Pernikahan akan di gelar sebulan lagi. Menurutku itu terlalu cepat, tapi untuk tidak mengecewakan orang tuaku aku pun menerimanya.
Aku tidak terlalu yakin apakah aku bisa membahagiakan mas Wisnu, apalagi rasa cinta itu belum hadir dihatiku.
Tapi aku bertekad untuk belajar mencintainya, apalagi ku tahu dia pria yang baik.


Hari itu pun tiba...

12 Desember 2012
 Hari dimana pernikahanku dengan mas Wisnu digelar.
Kulihat rona  kebahagiaan di wajahnya.
Kurasakan ada  cinta yang besar disorot matanya, lebih besar dari mas Priyo dulu.
Tepat pukul 12.00 aku resmi menjadi istrinya  dan kehidupan baruku pun dimulai.
Kehidupan yang kuharapkan bisa membawa kebahagiaan hingga akhir hayatku.
Aamiin...



Inilah sepenggal kisahku.
Rahasia ilahi untuk menemukan calaon imamku, yang tiada siapapun mengenal termasuk diriku
Rahasia yang telah ditentukan untukku
Yang kusingkap dengan segunung taubat dan penuh kesungguhan sujudku
Ya Akhi Wisnu yang kini menjadi imamku
Akalku setipis rambutku, maka tebalkan itu dengan ilmu agama yang ada padamu
Hatiku serapuh kaca, maka kuatkan dengan keimananmu
Dan perasaan kami sehalus sutera, maka bimbing kami dengan akhlak kebajikan
Tapi kenalkan aku pada Rabbmu agar fitrahku yang tercipta dari tulang rusukmu yang paling bengkok tidak selamanya bengkok.


TAMAT

Senin, 25 November 2013

** Your Babies Play in Heaven **



Dulu ..
Ketika dia hadir dalam hidupmu, kamu pernah berkata “pengennya tidak punya dulu” ..
Tapi aku tau dalam lubuk hatimu kamu tidak berkata seperti itu ..
Sekarang ..
Dia telah pergi ..
Akupun tau kamu begitu menyesal pernah bilang seperti itu ..
Yang sabar teman hanya itu yang mampu kukatakan saat ini ..
Aku tidak tau mesti menghiburmu seperti apa ..
Your Babies play in heaven ..
Selamat jalan baby boy semoga dirimu menjadi penyelamat buat mommymu ..
Aamiin ..

Jumat, 22 November 2013

Kau

Tahukah kau aku begitu merindukamu ..

Apapun yang terjadi aku akan tetap menyayangi dan menghormatimu..
Sebesar apapun kesalahanmu aku akan memaafkanmu, memang bukan kepadaku tapikepada orang yang juga kusayangi selain dirimu ..

Maafkanlah diriku yang tidak begitu mendukungmu, tapi tahukah engkau aku tetapmenyayangimu...
Berhentilah mendatangi kami..
Berilah ketenangan untuk orang yang kusayangi selain engkau..
Aku tahu kau begitu menyayangi orang itu, jadi tinggalkanlah jika itumembuatnya bahagia..

Kau adalah sebagian dari diriku yang tak bisa terganti sampai kapanpun..
Yakinlah mungkin inilah jalan yang terbaik yang harus kita semua jalani..
Semoga engkau mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan berusahalah untukmenjadi yang lebih baik..
Meski menurutku engkaulah yang terbaik bagiku, bukan buatnya..

Maafkan aku..

Senin, 29 April 2013

Cinta itu anugerah Tuhan, jadi bagaimana bisa ada sakit dalam cinta

Sabtu, 13 April 2013

" aku belum tentu menikah dengan orang yang aku cintai ... tapi aku akan mencintai siapapun yang menikah denganku karena dia adalah kekasih dunia akhirat "